5 Fungsi Harddisk Terbaru 2022

2 min read

fungsi harddisk

Fungsi Harddisk | Bagi kalian para pengguna komputer, tentu tidak asing lagi dengan perangkat bernama hardisk.

Perangkat ini merupakan salah satu bagian penting yang perlu menjadi perhatian saat hendak membeli perangkat komputer. Hardisk itu sendiri berbentuk seukuran buku/note yang tidak terlalu besar.

Kalian bisa menemukan perangkat ini di dalam komputer kalian, atau kalian bisa juga mendapatkan hardisk eksternal apabila kalian ingin menambah lebih banyak penyimpanan di komputer.

Hardisk eksternal ini bisa kalian tambahkan ke dalam komputer, atau bisa juga kalian hubungkan ke komputer dengan menggunakan kabel adaptor. Fungsi hardisk sendiri sangat penting bagi komputer.

Semakin besar kapasitas hardisk pada komputer, maka semakin baik juga kinerja CPU dalam membaca program aplikasi ataupun data pada saat dijalankan.

Berikut ini, akan kami jelaskan fungsi-fungsi, cara kerja, juga jenis-jenis dari hardisk.

Cara Kerja Hardisk

pengertian dan fungsi harddisk

Bagaimana cara kerja hardisk? Cara kerja hardisk sebagai penyimpanan yakni; suatu data akan disimpan ke dalam hardisk berupa kode biner menggunakan 1s dan 0s. Informasi tersebut disebarkan ke seluruh lapisan magnet disk.

Informasi tersebut dibaca maupun ditulis oleh kepala baca yang ‘mengambang’ di permukaan sebab adanya lapisan udara yang dihasilkan oleh putaran disk yang cepat.

Pada mode penulisan, listrik mengalir melewati head dan memodifikasi lapisan atas medan listrik serta menuliskan 0 atau a 1. Pada mode baca, dilakukan proses terbalik.

Medan magnet menghantarkan arus listrik ke head baca. Sinyal inilah yang selanjutnya diterjemahkan. Sehingga sinyal digital bisa dibaca oleh komputer/CPU.

Pentingnya Hardisk pada Komputer

Hardisk merupakan komponen penting bagi komputer kalian. Tanpa adanya hardisk, komputer kalian tidak akan bisa menyimpan file apa pun.

Tidak akan bisa melakukan booting sistem operasi, juga tidak dapat menjalankan aplikasi atau pun mengunduh suatu file.

Perangkat komputer saat ini sudah disediakan hardisk yang mempunyai kapasitas tiga kali lebih besar dibandingkan komputer-komputer sebelumnya. Meski demikian, kadang kalian merasa kapasitas besar masih sedikit dan cepat penuh.

Sehingga, amat penting untuk mengetahui kapasitas hardisk yang kalian miliki. Karena apabila kalian tidak mengetahui dan hanya sekedar menggunakannya secara berlebihan, maka berakibat penyimpanan tiba-tiba penuh.

Saat hardisk mulai hampir penuh, juga akan mempengaruhi pada kinerja komputer. Kalian juga tidak akan bisa mendownload apa pun hingga kalian menambahkan penyimpanan lain.

Jenis-jenis Hardisk 

apa fungsi harddisk

IDE/ATA

IDE adalah singkatan dari Integrated Devices Electronics. Sedangkan ATA merupakan kependekan dari Advanced Technology Attachment.

Mengutip dari dari liputan6.com, hardisk ini merupakan hardisk yang mempunyai kapasitas penyimpanan kecil. Dan kapasitas maksimalnya hanya sebesar 300 GB.

Hardisk ini sudah sangat sedikit digunakan karena hanya mempunyai kapasitas yang kecil.

SATA

SATA (kependekan dari Serial Advanced Technology Attachment) merupakan jenis hardisk yang kini sering digunakan di perangkat komputer maupun laptop konvensional.

Memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan IDE/ATA, yakni mencapai 2 TB.

SCSI

SCSI (kependekan dari Small Computer System Interface) merupakan hardisk yang mempunyai kapasitas paling mutakhir, yakni telah mencapai 5 TB. Selain itu mempunyai kecepatan membaca yang cukup tinggi.

Penggunaan hardisk SCSI biasanya pada komputer server, komputer penyedia data maupun database.

Dengan menggunakan harddisk SCSI, seseorang bisa mentransfer berbagai data jauh lebih cepat dan lebih efisien jika dibandingkan dua jenis hardisk sebelumnya.

Fungsi Hardisk

ciri ciri dan fungsi harddisk

1. Menyimpan Database

Salah satu fungsi hardisk yang pertama ialah untuk menyimpan database. Database adalah salah satu bagian penting dalam sistem di dalam komputer.

Databse dapat membantu suatu program maupun aplikasi supaya bisa berjalan secara maksimal. Biasanya database disimpan di dalam hardisk pada server komputer. Dengan begitu, pengguna yang ingin mengaksesnya pun menjadi lebih mudah.

Sebagaimana fungsinya sebagai tempat menyimpan database, hardisk yang digunakan tentu saja hardisk yang mempunyai kapasitas penyimpanan tinggi supaya tidak terjadi masalah ketika melakukan pengambilan data.

2. Menyimpan Data dari OS

Fungsi hardisk yang kedua ialah sebagai tempat menyimpan data dari OS. Baik Windows, Linux, maupun OS lainnya membutuhkan hardisk supaya bisa menjalankan operasional suatu komputer.

Oleh karena itu, fungsi utama hardisk yakni untuk menginstal Sistem Operasi. Tanpa OS (Sistem Operasi), komputer tidak akan pernah bisa berfungsi bagi para penggunanya.

3. Menyimpan Data dari Software

Fungsi hardisk yang ketiga yakni untuk menyimpan data yang berasal dari software. Supaya aplikasi bisa diinstall ke dalam komputer, maka diperlukan kapasitas hardisk yang mumpuni untuk menyimpan aplikasi tersebut.

Apabila hardisk yang digunakan telah penuh yang berisi berbagai macam data, maka juga dapat mempengaruhi kinerja aplikasi tersebut, bahkan pada kinerja komputer.

4. Menyimpan Berbagai File Pengguna

Fungsi hardisk yang keempat adalah untuk penyimpanan file bagi komputer. Apabila kalian sering menggunakan komputer, kalian tentu saja merasakan betapa pentingnya peran hardisk.

Sebab bagi pengguna, berbagai macam data mereka, seperti file berformat .doc, .pdf, .mp3, dan lainnya, tentu membutuhkan hardisk untuk tempat menyimpan.

5. Sebagai Back-up Data

Fungsi hardisk yang terakhir yaitu untuk mem-back-up data. Dengan kapasitasnya yang besar, kalian bisa menyimpan banyak jenis data di dalamnya.

Kalian bisa pula menyimpan data-data penting di komputer apabila kalian takut kehilangan data-data penting tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *